Info Sekolah
Minggu, 23 Agu 2026
  • Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif NU Sunan Drajat Lamongan mempunyai Visi "Mewujudkan Generasi Qur'ani, Berakhlakul Karimah, Berprestasi, dan Berbahasa Internasional"
  • Madrasah Ibtidaiyah Ma'arif NU Sunan Drajat Lamongan mempunyai Visi "Mewujudkan Generasi Qur'ani, Berakhlakul Karimah, Berprestasi, dan Berbahasa Internasional"
23 Agustus 2026

MI Murni Sunan Drajat Tampil Memukau di Lamongan Megcarnival, Angkat Kisah Panji Laras Liris

Ming, 23 Agustus 2026 Dibaca 82x Kegiatan Madrasah

Lamongan — Langit Alun-Alun Lamongan pagi itu tampak tidak begitu cerah. Udara pun terasa cukup panas. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah dan semangat para murid MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan untuk mengikuti Karnaval Budaya Lamongan.

Dengan penuh semangat dan kebanggaan, MI Murni Sunan Drajat Lamongan hadir dalam Lamongan Megcarnival dengan mengusung tema “Nusantara Megilan: Gelora Kemerdekaan, Kebanggaan Lamongan.”

Mendapat nomor peserta 02, MI Murni tampil membawa perpaduan budaya Nusantara, kreativitas, serta cerita sejarah yang memiliki keterkaitan kuat dengan Kabupaten Lamongan. Penampilan tersebut menjadi salah satu wujud nyata komitmen madrasah dalam mengenalkan budaya dan sejarah daerah kepada generasi muda.

Kegiatan Karnaval Pelajar tingkat SD/MI tersebut diberangkatkan dan dibuka langsung oleh Bupati Lamongan. Di hadapan jajaran Bupati dan Forkopimda, MI Murni Sunan Drajat tampil dengan penuh percaya diri, kompak, dan memukau.

Membawa Cerita dan Identitas Lamongan

Mengawali perjalanan dari Pendopo Lokatantra dan berakhir di GOR Lamongan, setiap langkah rombongan MI Murni menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan sekaligus wujud kecintaan terhadap budaya.

Konsep karnaval disusun dalam rangkaian barisan yang menggambarkan kekayaan budaya Nusantara dan identitas Lamongan. Di antaranya:

  • Panji
  • Dorongan Gapura
  • Paskib
  • Karnaval Nusantara
  • Baju Adat Nusantara
  • Mobil Ikon
  • Panji Laras Liris dan Dewi Andansari–Andanwangi
  • Dayang
  • Cerita
  • Pembawa Gandewa Lamongan
  • Prajurit Kuda
  • Prajurit Tombak
  • Pembawa Gentong dan Bebana
  • Penari Irat-irat
  • Karnaval Lamongan
  • Kesenian Nusantara
  • Tari Hiburan
  • dan berbagai penampilan lainnya.

Salah satu bagian utama yang diangkat adalah kisah Panji Laras Liris, cerita legendaris yang memiliki keterkaitan erat dengan Lamongan. Kisah tersebut dihadirkan melalui perpaduan karakter, kostum, properti, gerak, visual, dan rangkaian penampilan sehingga menjadi pertunjukan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa pesan budaya dan sejarah.

Persiapan Panjang dan Konsep yang Matang

Ketua panitia, Ustazah Dewi, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam persiapan karnaval adalah menyusun konsep yang menarik sekaligus memiliki alur cerita yang jelas.

“Menentukan tema, membagi peran, hingga merancang setiap bagian agar saling terhubung membutuhkan proses diskusi dan persiapan yang cukup panjang,” ungkapnya.

Menurutnya, komposisi barisan juga menjadi perhatian khusus. Panitia tidak hanya memikirkan jumlah peserta, tetapi juga memastikan susunan dari barisan paling depan hingga paling belakang terlihat menarik, seimbang, dan memiliki daya tarik masing-masing.

Setiap bagian dirancang agar saling melengkapi sehingga ketika ditampilkan secara keseluruhan, karnaval terlihat hidup, rapi, dan tidak ada bagian yang kosong.

Panitia juga harus mengoordinasikan peserta dengan berbagai peran, kostum, dan rangkaian penampilan. Persiapan dilakukan secara bertahap mulai dari latihan, kostum, make up, properti, hingga berbagai kebutuhan teknis di lapangan.

Ketertiban dan Kenyamanan Peserta Menjadi Prioritas

Besarnya jumlah peserta membuat aspek keamanan, ketertiban, dan kenyamanan menjadi perhatian penting. Panitia melakukan pembagian tugas dan pendampingan yang jelas pada setiap kelompok barisan.

Sejak masa latihan, para peserta mendapatkan arahan mengenai posisi barisan, alur perjalanan, aturan selama karnaval, serta pentingnya menjaga ketertiban.

Setiap kelompok barisan juga didampingi panitia yang bertanggung jawab sehingga peserta lebih mudah diarahkan. Para murid diingatkan untuk saling menjaga, tidak meninggalkan barisan, dan selalu mengikuti instruksi panitia.

Untuk menjaga kondisi peserta selama perjalanan, panitia juga menyiapkan pos kesehatan di beberapa titik serta petugas kesehatan yang bergerak di sepanjang barisan. Dengan demikian, peserta yang mengalami gangguan kesehatan atau merasa kurang fit dapat segera mendapatkan penanganan.

Bukan Sekadar Karnaval, tetapi Membawa Cerita

Keikutsertaan MI Murni dalam Karnaval Pelajar ini memiliki pesan yang lebih luas. Madrasah ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana untuk mengenalkan budaya dan cerita sejarah daerah kepada generasi muda.

Ustazah Dewi menjelaskan bahwa madrasah tidak ingin sekadar menghadirkan penampilan yang meriah secara visual, tetapi juga membawa cerita yang memiliki nilai budaya dan sejarah.

“Kami ingin budaya dan cerita sejarah daerah terus dikenalkan kepada generasi muda,” jelasnya.

Kisah Panji Laras Liris menjadi salah satu cerita yang dipilih untuk dibawakan karena memiliki keterkaitan kuat dengan Lamongan. Cerita tersebut diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk penampilan, mulai dari kostum, karakter, properti, gerak, hingga narasi.

“Bagi kami, inilah makna dari karnaval: bukan sekadar berjalan dan tampil, tetapi membawa cerita, identitas, dan kebanggaan Lamongan kepada masyarakat melalui cerita, budaya, dan kreativitas yang kami hadirkan,” lanjutnya.

Menumbuhkan Percaya Diri dan Cinta Budaya

Di balik kemeriahan karnaval, terdapat nilai pendidikan yang ingin ditanamkan kepada para murid. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mereka untuk belajar bekerja sama, membangun kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, sekaligus mengenal lebih dekat budaya daerahnya.

Panitia berharap pengalaman tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sehari, tetapi menjadi kenangan sekaligus pembelajaran berharga bagi para murid.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi murid, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kebersamaan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Lamongan,” tutur Ustazah Dewi.

Bagi madrasah, keikutsertaan dalam Lamongan Megcarnival juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi dan kreativitas MI Murni Sunan Drajat kepada masyarakat luas.

Dengan langkah penuh semangat dari Pendopo Lokatantra menuju GOR Lamongan, MI Murni Sunan Drajat tidak sekadar mengikuti sebuah karnaval. Para murid hadir membawa semangat kemerdekaan, kreativitas generasi muda, kekayaan budaya Nusantara, serta kebanggaan terhadap Lamongan. (MCM)

MI Murni Menginspirasi, Berkarya Tanpa Batas! 🇮🇩✨

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar