Lamongan – Suasana penuh kebanggaan menyelimuti keluarga besar MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan. Ananda Nabihan berhasil menerima penghargaan sebagai Juara III Lomba Bertutur tingkat Kabupaten Lamongan yang diserahkan langsung oleh Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., dalam sebuah acara yang berlangsung di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan pada Selasa, 30 Juni 2026.
Acara puncak Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Kabupaten Lamongan Tahun 2026 berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting. Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., Bunda Literasi Kabupaten Lamongan, Ibu Anis Yuhronur, Wakil Bupati Lamongan beserta Ibu Wakil Bupati Lamongan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lamongan, H. Muhammad Muhlisin Muda, S.Ag., M.Pd.I., Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Lamongan, jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Lamongan, para pendidik, serta peserta lomba dari berbagai sekolah. Kehadiran para tamu kehormatan tersebut semakin menambah semangat para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaiknya dalam bertutur sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya literasi di Kabupaten Lamongan.
Prestasi yang diraih Nabihan menjadi kebanggaan tersendiri bagi MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan. Keberhasilan tersebut merupakan buah dari doa, ketekunan berlatih, semangat belajar, serta dukungan penuh dari madrasah, pembimbing, dan keluarga.
Dengan wajah penuh kebahagiaan, Nabihan mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang diraihnya.
“Saya sangat senang bisa meraih Juara III Lomba Bertutur ini. Semoga prestasi ini dapat memotivasi dan menginspirasi teman-teman untuk terus belajar, berani tampil, dan tidak takut mengikuti berbagai perlombaan,” ungkap Nabihan.

Sementara itu, pembina lomba, Ustazah Fadliyah, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian anak didiknya. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi yang diraih Ananda Nabihan. Persiapan dilakukan secara bertahap dan konsisten. Pertama, kami memilih materi cerita yang sesuai dengan karakter dan kemampuan Nabihan, kemudian memahami isi cerita secara mendalam agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar,” tuturnya.
Beliau menjelaskan bahwa latihan tidak hanya berfokus pada hafalan cerita, tetapi juga mencakup pelafalan, intonasi, ekspresi, penghayatan tokoh, gerak tubuh, hingga penguasaan panggung. Selain itu, simulasi penampilan dilakukan secara rutin agar Nabihan terbiasa tampil percaya diri di hadapan audiens. Setiap sesi latihan selalu disertai evaluasi sehingga setiap kekurangan dapat diperbaiki secara bertahap.
Ustazah Fadliyah juga menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.
“Keberhasilan ini bukan hanya hasil latihan di sekolah, tetapi juga berkat kerja sama yang baik antara pembimbing, dukungan orang tua, doa para ustaz dan ustazah, serta semangat dan kerja keras Nabihan yang luar biasa. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, beliau memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta didik MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan.
“Jangan pernah takut untuk mencoba dan tampil. Setiap prestasi selalu diawali dengan keberanian untuk belajar dan terus berlatih. Menang memang membanggakan, tetapi proses belajar, disiplin, dan pengalaman yang diperoleh jauh lebih berharga.
Mari kita jadikan budaya membaca dan bercerita sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Semakin sering membaca, semakin luas wawasan yang kita miliki. Semakin sering berlatih berbicara dan bercerita, semakin percaya diri kita dalam menyampaikan ide dan inspirasi kepada orang lain.
Saya berharap akan lahir lebih banyak lagi siswa-siswi yang berani tampil, berprestasi, dan mengharumkan nama MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan di berbagai ajang, baik tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun nasional. Teruslah belajar, berkarya, dan jangan pernah berhenti bermimpi. Insya Allah, dengan doa, usaha, dan tawakal kepada Allah SWT, setiap cita-cita dapat diraih.”


Prestasi yang diraih Nabihan menjadi bukti nyata komitmen MI Ma’arif NU Sunan Drajat Lamongan dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, keberanian, dan karakter peserta didik. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa harum nama madrasah di berbagai kompetisi. (MCM)